Cinta memang tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan



Cinta memang tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan, untuk diceritakan dan yang terpenting untuk dijalani. Ada ribuan kegilaan yang disebabkan oleh matinya rasionalitas karena telah dikuasai oleh kekuatan cinta. Cinta juga telah menghadirkan ribuan kisah yang melegenda dari masa ke masa. Yang terpenting, cinta telah menjadi komoditi yang memberikan penghasilan bagi ribuan manusia.

Yang paling aneh, dan sepertinya inilah kegilaan terbesar yang dialami oleh umat manusia, mereka harus rela mengeluarkan sekian rupiah hanya untuk menikmati kisah cinta yang tersaji dalam berbagai bentuknya. Bioskop menjadi ramai karena kisah cinta digandrungi remaja dan penikmatnya. Novel laris manis terjual juga karena keingintahuan manusia atas kisah cinta yang tersaji di dalamnya. Intinya, cinta telah melenceng dari hakekat yang sebenarnya menuju rel ekonomi yang panjangnya tiada terkira.
Bagaimana dengan kisah cinta kalian? Sebenarnya kalau sekedar ingin menikmati kisah cinta yang membahana, kalian tak perlu pusing untuk mengantri tiket dibiosko, atau menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berbulan-bulan untuk menantikan kelanjutan kisah cinta dalam sinetron yang tayang di TV. Atau juga merogoh kantong sedikit dalam untuk membeli novel terkenal yang isinya juga tentang cinta.
Sebenarnya Alla, Sang sutradara sekaligus penulis scenario sejati telah menyajikan kisah cinta yang demikian mengagumkan yang melekat pada diri kalian masing-masing. Coba renungkan dan fikirkan setiap detail kejadian pada diri kalian yang berkaitan dengan cinta dan sejenisnya. Seandainya kalian mampu menulisnya, niscaya kisah kalian itulah yang merupakan kisah cinta yang mungkin akan menggemparkan seluruh dunia. Inilah sebenarnya keagungan Tuhan yang tak pernah berhenti memberikan sensasi dan kejutan pada umat manusia, sehingga mereka terperdaya oleh rangkain kisah cinta yang sebenarnya biasa saja bagi Sang Maha Pencipta
Percaya atau tidak, telah banyak kegilaan manusia yang dilatarbelakangi cinta. Sebagian dari mereka ada yang mampu tersadar dan memulai hidupnya dengan lebih baik, sebagian yang lainnya untuk selamanya mereka terbelenggu cinta yang tak mampu diraihnya.
Hal yang paling menyedihkan, sebagian manusia mengambil keputusan untuk punya pacar, atau menikah sekalipun, atas dasar kekecewaan dan ketakterjangkauan cinta di masa yang pernah dilaluinya. Ahirnya, tak semua orang yang jadi pacar kalian adalah orang yang benar-benar kalian cintai. Bahkan belum tentu orang yang menjadi suami atau istri kalian adalah benar-benar orang yang kalian pilih atas dasar cinta, begitu juga sebaliknya. Tidak semua orang memilih kalian menjadi pendmapmingnya atas dasar cinta.
Ahirnya, lahirlah sebuah apologi klasik yang menggelikan. Banyak orang berapologi bahwa, “Cinta bukanlah segala-galanya.” Tapi ironi nya, walaupun bukan segalanya, tapi justru cinta itulah yang utama bagi kita dalam mewujudkan sebuah kebahagiaan. Ahirnya lahirlah perselingkuhan, perceraian dan berbagai permasalahan lainnya. Mungkin mereka baru sadar bahwa apologi mereka salah.
Cinta-cinta dan cinta, semakin dibicarakan, semakin menakjubkan. Semakin diceritakan semakin mengagumkan, namun ketika dijalani begitu membingungkan, menyenangkan, dan terkadang menyedihkan.
Seorang sahabt berpendapat bahwa tak perlulah kita mengejar ataupun mencari cinta, ketika waktunya telah tiba, niscaya dia kan menghampirinya. Ternyata apa yang dikatakannya telah diwujudkannya. Namanya Subi, dia adalah teman laki-laki yang pertama kali menikah diantara kami. Selama SMA atau ketika duduk dibangku kuliah ia tak pernah sekalipun punya pacara. Namun, ketika ia menemukan cintanya, tak butuh waktu lama cinta itupun berhasil dipersatukan dalam bingkai keluarga. Kabar mengenai pernikahannya sangat menghebohkan kami, namun itu sebagai sebuah berita yang menyenangkan. Ahirnya satu persatu dari cii’family telah menemukan pasangan hidupnya.
Subi emang benar, selama ini ia tak pernah berusaha mengejar cinta, terlebih terobsesi punya banyak pacar seperti aku dan beberapa teman lainnya yang tergabung dalam geng cii family. Namun, tiba-tiba ia mengambil keputusan untuk nikah, padahal ia belum menyelesaikan kuliahnya.
Seorang sahabat yang lain menyampaikan pendapat yang sedikit berbeda tentang cinta.namanya Yati. Ia adalah teman yang paling dewasa diantara kami. Teman teman sering memanggilnya Mama, karena kedewasaanya. Ia berpendapat, cinta yang tulus, itulah yang dapat merubah kemustahilan menjadi kenyataan, yang dapat memberikan semangat dan penghidupan.dan ternyata juga benar seperti itulah yang dialaminya. Fauzi, itulah laki-laki yang dengan tulus dan kesungguhan mencurahkan cintanya untuknya, sehingga ia mampu melewati masa kritis atas penyakitnya, dan ahirnya berhasil sembuh seperti sedia kala.
Setelah lulus SMA, Yati sakit sangat parah. Ia dirawat hamper setengah tahun lebih di rumah sakit karang menjangan Surabaya. Namun, dengan ketulusan dan penuh kesetiaan Fauzi terus mendampingi dan memberi support kepadanya

0 comments:

Posting Komentar