Persepsi Islam Tentang Seni Peran

Oleh: Eko Prasetyo
SMP Muhamadiyah 3 Banyuwangi


Ada beberapa hal yang harus dimengerti terlebih dahulu sebelum dibahas persepsi Islam terhadap seni peran atau drama. Pertama, bahwa drama adalah sesuatu yang baru dalam Islam, sehingga permasalahan ini belum dijumpai pada masa awal dan pertengahan perkembangan Islam. Sehingga pembahasan hukumnya masih belum dapat ditemukan dalam kitab–kitab salaf. Kedua, yang dimaksud drama atau seni peran dalam bahasan ini adalah seni peran yang bukan bersifat urakan, amoral, bersifat mengumbar aurat, mengumbar kemaksiatan yang dari sudut pandang Islam seni peran yang demikian itu telah jelas hukumnya yaitu tidak diperbolehkan. Kedua hal tersebut penting untuk dikemukakan terlebih dahulu agar tidak terjadi salah penafsiran atas apa yang dikemukakan pada kajian berikutnya.

Yang dimaksud dengan persepsi Islam di sini adalah pandangan berdasarkan hukum dasar Islam yaitu Al-Qur’an dan Sunah Rasul. Berpijak dari dasar hukum islam tersebut, terciptalah dua pendapat yang berlawanan, yaitu golongan yang mengharamkan keberadaan drama atau seni peran, dan golongan yang memperbolehkan drama atau seni peran dengan catatan seperti yang diuraikan sebelumnya, yaitu bukan seni peran yang urakan, amoral, mengumbar maksiat, dan sebagainya.

Pada dasarnya beberapa pihak yang mengharamkan drama secara keseluruhan, tanpa mau memilah–milah isinya. beralasan bahwa drama mengadopsi budaya kafir, selain itu dalam drama ada upaya membuat takdir melaui jalan cerita yang disajikan, padahal hanya Allah yang berhak membuat takdir atas manusia. Sedangkan golongan yang memperbolehkan drama atau seni peran berpendapat bahwa keberadaan drama saat ini telah tersirat dalam beberapa peristiwa baik dalam Al-Qur’an maupun As-Sunah.

Pada dasarnya drama, dalam bentuknya saat ini, adalah sesuatu yang baru. Akan tetapi, jika dikaji lebih dalam berdasarkan beberapa peristiwa yang digambarkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunah, sebenarnya ada beberapa peristiwa yang hampir sama dengan drama pada saat ini.
Salah satu peristiwa yang digambarkan dalam Al-Qur’an adalah sebuah peristiwa yang amat terkenal, yaitu peristiwa pembunuhan antar manusia yang pertama kali yang dilakukan oleh Qobil kepada saudaranya. Pada saat itu Qobil bingung bagaimana cara menguburkan mayat saudaranya, kemudian Allah mengutus burung gagak yang saling berkelahi, dan salah satunya mati. Kemudian burung gagak yang menang menggali tanah dengan paruhnya untuk menguburkan gagak yang telah mati. Allah berfirman:
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali –gali di bumi untuk memperlihatkan kepada (Qobil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qobil: “aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak itu, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini,” karena itu jadilah dia diantara orang–orang yang menyesal”
(QS Al Maidah:31)

Download Selengkapnya disini

0 comments:

Posting Komentar